Air mata luruh, gugur bertebaran
Penuh arti, penuh makna
Penyesalan tak tertahankan
Satu pintu surga tlah tertutup
Dia pergi
Pergi kepangkuannya
Meninggalkan jiwa, raga, hati dan fikiranku
Tiada lagi tempatku bersandar
Tiada lagi tempatku mengadu
Semua hancur
Bagai debu tertiup angin
Merangkak hati mencari cahaya
Cahaya cinta yang telah terbang
Tak kutemukan kasih sayang
Yang ada hanya belas kasihan
Hatiku gelap
Suram tak bercahaya
Jiwaku redam
Padam bagai api tersiram hujan
Dia hilang
Tanpa ucap, tanpa kata
'Kan kugenggam amanah
Meski pintu telah tiada...
By:
Rini Pusvitasari
"Rabu,19 N0v '08"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar